sayatan ironi hati sampai pada ketamakan diri
usaha sia-sisa terbongkar
luluh lantak dalam kekecewaaan
semua kenangan diresapi, tapi tak ditanggapi
untuk apa berlama-kama senja
jika malam akan tiba?
ya, senja itu sementara
tatkala semua terlanjur tersakiti,
hanya maaf yang mengampuni
lalu untuk apa bayangan matahari yang hendak tenggelam?
akankah ia serupa dengan suasana pagi hari,
dimana semua sisi terang jelas terlihat
dan sisi gelap tersembunyi?
Senin, 23 Juli 2012
Jumat, 20 Juli 2012
Bukan puisi bahagia
Aku mulai sadar sekarang
Untuk apa aku selalu menunggumu
Untuk apa aku selalu menerimamu
Untuk apa aku selalu memberimu kesempatan
Sungguh itu sangtlah tak ada gunanya
Selalu saja kecewa yang kau beri
Selalu saja sakit yang kau beri
Selalu saja kau siasiakan
Dan sekarang
Tak kan lagi ku berbaik hati seperti dulu
Itu adalah masa kelam
Yang patut dilupakan dan dimusnahkan
Tak kan terulang lagi
Tak kan kubiarkan
Ku terluka karnamu lagi
Biarlah hati masih mencinta
Biarlah raga mendusta
Demi kebahagiaan hidupku
Kan kuhapus perlahan
Rasa cinta dan kasihku padamu
Aku pun ingin bahagia
Dengan hati yang lain
Bukan dengan hatimu
Untuk apa aku selalu menunggumu
Untuk apa aku selalu menerimamu
Untuk apa aku selalu memberimu kesempatan
Sungguh itu sangtlah tak ada gunanya
Selalu saja kecewa yang kau beri
Selalu saja sakit yang kau beri
Selalu saja kau siasiakan
Dan sekarang
Tak kan lagi ku berbaik hati seperti dulu
Itu adalah masa kelam
Yang patut dilupakan dan dimusnahkan
Tak kan terulang lagi
Tak kan kubiarkan
Ku terluka karnamu lagi
Biarlah hati masih mencinta
Biarlah raga mendusta
Demi kebahagiaan hidupku
Kan kuhapus perlahan
Rasa cinta dan kasihku padamu
Aku pun ingin bahagia
Dengan hati yang lain
Bukan dengan hatimu
Langganan:
Komentar (Atom)