21/06/2012
Hari ini aku hanya tertidur 3 jam dari 8 jam waktu tidurku.
mataku terasa berat hariku terasa tak bergairah, malam itu tenggorokanku kering kering bak sawah yang tak pernah terisi air di dalamnya selama 3 musim tanam.
jam 4 pagi aku melangkah keluar ku gunakan motor milik temanku kupinjam uang miliknya, betapa sengsara hidupku, sudah tidak bisa tidur, uang dan kendaraanpun ku pinjam dari teman, terima kasih kawan.
aku mulai menyalakan motor, melaju dengan kecepatan 20km/jam aku menghampiri warung terdekat di dekat kontrakan ku yang masih buka.
warung itu berjarak tidak terlalu jauh hanya 60 mtr dari kontrakanku, ku ambil 1 minuman cola dan 1 bungkus mie soto, kuberikan uang lima ribu rupiah yang ku pinjam dari temanku.
ketika apa yang aku inginkan telah kudapatkan aku beranjak pergi meninggalkan warung itu, sesampainya di kontrakan ku buka minuman yang ku beli tadi cessss suara khas cola yang ku gemari, ku teguk berkali kali, nikmat rasanya meskipun kutahu resiko meminumnya, tidak ada kenikmatan yang tak beresiko pikirku.
ku makan mentah mentah mie yang telah ku beli, sekali lagi makanan yang kumakan mengandung resiko.
hari itu aku tidak melanjutkan tidur, kulanjutkan membaca novel yang 3/4 telah kubaca, isinya tentang rahasia Emas VOC, Hatta, Gandhi, manusia manusia setan dan para revolusioner yang tersisihkan jaman, telah kubaca habis pagi itu hingga suara adzanpun terdengar.
aku meratapi hidupku, ku bakar tembakau yang kemarin ku beli, kuhisap dia aku terlarut dalam ketenangan.
hariku kini menatap lelah dari sisa puing puing harapan, tak ada kisah menarik atau menyenangkan yang kubisa ceritakan sekarang, hanya imajinasi tinggiku yang membuatku menatap senyum hari ini.
aku bahagia
akan tetap bahagia
selalu bahagia, dalam lara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar