Pages

Minggu, 17 Juni 2012

Tertidur, terbangun, termenung, teringat kembali

Hari hariku begitu terasa biasa saja, pulang ke kampung halaman ku di anyer pun hanya untuk mengurangi hasrat rinduku pada keluarga dan teman di sana.

dulu ada waktu dimana sesorang membuatku selalu rindu pulang, bahkan setiap detik waktu ketika aku bersamanya adalah kebahagiaan yang semakin bertambah.




dulu dia membantuku menaiki tangga kehidupan yang sarat akan siksa duniawi dan kerasnya pukulan palu kehidupan yang penuh jeritan, darah, pedih, sakit, semua terasa, namun dia membantuku, membantuku menaikinya, kemudian dia menghilang, ketika aku baru beberapa pijakan menaiki tangga itu, sakit rasanya ketika tiada dia ketika aku menaiki tangga ini, pedih rasanya mengingat kebahagiaan yang dulu pernah ada di tangga ini, ketika aku dan kamu akan menjadi kita, melewati rasa sakit bersama.

kemana ?

dia masih ada namun dengan jiwa yang berbeda layaknya manusia yang baru terlahir kedunia dia tidak mengenaliku tidak sama sekali menganggapku sama sekali tidak ingat bahwa kita pernah saling menyayangi.

hatiku kini masih berbuih, buih rasa sayang padanya melatup latup di dinding hatiku, terlihat jelas masa indah darinya masa yang tidak akan pernah aku lupakan, aku menyimpan semua memoriku, hatiku, semuanya, bahkan secarik kertas yang usang dan berukuran kecil yang mungkin tidak teranggap tetap aku simpan sebagai sebuah tanda bahwa kamu pernah mencintaiku.

berat perih aku penuh harap, menyedihkan laki laki ini,

kenapa kau tidak coba menggantinya? tanya hatiku

mengganti? bahkan untuk mencintai sosok lain selain dia pun aku tidak bisa!! maha besar hatiku untuknya.

tuhan apa di dunia ini menjalani kehidupan harus selalu bahagia? aku merasakannya tuhan rasa sakit rasa pedih, itu semua ujian darimu kan? tapi mengapa kami tidak bisa melewatinya?
tuhan engkau mungkin ingin memberikan yang terbaik untuknya mohon jadikanlah aku sosok itu,
kembalikan dia padaku kembalikanlah tuhan :(

aku menatapi sudut kosong hidupku, tak satupin wanita yang menyapaku aku lirik, yang kulihat hanya engkau wanita ku.

aku menunggumu menyayangimu tanpa jeda tanpa cela meski aku tidak suka menunggu, menunggu untuk hal yang begitu besar untuk hidupku, doakan aku.

dia membenciku ! itu lontaran kata yang tersakit yang pernah ku dengar darinya, sakit ! mendengarnya, apa yang membuatmu mengatakan itu semua? bukannya hari hari kita lewati dengan rasa itu? rasa sakit! dan aku menjanjikanmu bahagia setelahnya? apa kesabaranmu tidak cukup? apa cintamu telah terkuras keluar dari pori pori kulitmu bagaikan keringat? dan dari sudut matamu ketika kau merasakan sakit? merasakan sedih?

aku menunggumu sekali lagi di rumah bahagia, hanya kau dan aku, kita bahagia.
semoga akhir yang bahagia itu ada seperti di cerita cerita usang masa kecilku. amin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar